
Bagaimana Vampire Crawlers merombak (dan mempertahankan) pakem deckbuilder

Jarang sekali ada game studio yang bisa menciptakan genre baru dari nol. Tetapi, itulah yang dilakukan Poncle lewat Vampire Survivors yang ikonik dan super adiktif tahun 2022 lalu. Sejak rilis, genre "reverse bullet-hell" ini telah menciptakan segudang variasi dari berbagai studio lain, sambil terus memanen segudang pujian. Nah, sekarang Vampire Crawlers: The Turbo Wildcard from Vampire Survivors mencoba peruntungan di medan tempur yang beda total. Misinya tidak main-main, yaitu ingin tampil beda di tengah perpaduan genre yang sebenarnya sudah terasa sangat jenuh selama bertahun-tahun.
Vampire Crawlers diperkenalkan sebagai blobber berbasis giliran, berbasis kartu, dengan elemen roguelite. Game ini meniru game dungeon crawling gaya lama, tetapi pada dasarnya merupakan deckbuilder taktis murni. Mewarisi semangat dari game serupa terdahulu, spin-off ini berfokus menciptakan kombinasi kartu paling dahsyat yang bisa kamu susun dan dengan mudah melenyapkan makhluk apa pun yang menghadangmu.
Premisnya bisa dibilang sangat menarik, apalagi mengingat Poncle dan co-developer Nosebleed Interactive (yang sukses berkat Vostok Inc. dan Arcade Paradise berani menjanjikan standar tinggi kepada audiens yang sudah dimanjakan oleh segudang pilihan game, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Alih-alih nyali makin ciut, studio ini berhasil mengubah kesulitan ini menjadi peluang. Dengan mengandalkan apa yang membuat Vampire Survivors menonjol dan menganalisis dengan cermat lanskap deckbuilder dan roguelite saat ini, Vampire Crawlers memahami kapan harus berinovasi dan kapan lebih baik mengandalkan hal yang sudah dikenal.

Meneruskan legasi
Luca Galante, developer utama Vampire Survivors, menjadikan kesuksesan game tersebut sebagai inspirasi untuk nama dan estetika Vampire Crawlers. Dalam sesi wawancara dengan GameSpot, sang developer mengungkapkan bahwa mereka langsung mengambil keputusan bisnis untuk terus mengembangkan IP dan konsep yang sudah ada alih-alih memulai lagi dari nol.
"Kalau ngotot bikin game seperti ini pakai IP baru, hasilnya cuma akan seperti game deckbuilder lain yang sudah ada," ungkap Galante ke GameSpot. "Nama Vampire Survivors sendiri jadi amunisi buat kami dengan percaya diri bilang, 'Ini, lho, deckbuilder Vampire Survivors .' Di game ini, kamu akan menemukan elemen yang sudah familier, dan ini akan menangkap nuansa aslinya.'"
Metode ini juga membuat tim tidak perlu lagi repot memikirkan latar, karakter, dan lore baru sebelum mulai mengerjakan pembuatan game. Bagi Galante, mekanisme adalah fokus utama. Tetapi, meskipun punya banyak aset dan ide untuk dikembangkan, tim ternyata butuh waktu sekitar empat tahun untuk mengembangkan spin-off ini. Seperti yang dijelaskan pada Xbox Wire, Vampire Crawlers adalah bagian dari apa yang Poncle sebut "eksperimen" internal. Di proyek ini, Galante dan kru-nya menghubungi studio-studio independen lainnya untuk menggarap berbagai spin-off. Crawlers menunjukkan potensi sejak fase prototipenya, dan berjalan lebih cepat dari yang lain, menjadikannya yang pertama diluncurkan secara resmi.
Saat game dimulai, semua keputusan yang disebutkan sebelumnya terwujud. Terlepas dari berapa jam kamu menghabiskan waktu di Vampire Survivors, kamu akan langsung merasa betah di sini. Dari karakter hingga tekstur dan suara, semuanya memanfaatkan universe yang sudah ada, dan tidak ada elemen yang terasa janggal. Fitur seperti daftar buka kunci ekstensif dari Vampire Survivors juga kembali hadir, dengan 128 tugas yang harus dilacak seiring waktu—jumlah yang pasti akan bertambah seiring Poncle dkk. terus menambahkan konten ke dalam game. Selain itu, peta populer, seperti Mad Forest, diubah menjadi wilayah yang bisa dijelajahi dari sudut pandang orang pertama.
Pada poin terakhir itulah perubahan krusialnya. Di Vampire Survivors, kamu mengendalikan karakter POV top-down, biasanya bergerak ke kiri atau kanan saat musuh yang tak terhitung jumlahnya mencoba menghentikanmu. Dalam spin-off ini, kamu dituntut untuk lebih taktis. Game ini menampilkan peta mini yang menunjukkan dengan tepat lokasi pertemuan dengan musuh, serta ikon tanda tanya untuk rahasia, peti harta karun, dan berbagai artefak lainnya. Jelas, ada begitu banyak kejutan di sepanjang perjalanan. Tetapi, informasi paling penting sudah dijabarkan sejak awal, jadi kamu tidak perlu terburu-buru saat menjelajahi area setiap wilayah.
Metode RPG klasik ini—di mana kamu bergerak petak demi petak dan harus memutar kamera secara manual ke empat arah di sekitarmu—bukan cuma sekadar perubahan estetika. Ini bukti bahwa game ini memang unik. Jika kamu pernah bermain Legend of Grimrock atau Darkest Dungeon, Vampire Crawlers adalah perpaduan keduanya, menghadirkan lagi game-game klasik dengan gaya modern untuk memastikan semangat Survivors terus berkobar.
"Ide ini muncul dari fakta bahwa di banyak game roguelike modern, kita hanya diberi choice-tree yang seadanya, tidak menarik lagi," ungkap Galante pada Xbox Wire. "Memang praktis, tetapi aku ingin menciptakan sesuatu yang sedikit lebih imersif, yang membuat eksplorasi lebih bermakna (tapi dalam porsi yang cukup agar tidak menjadi RPG)." Sulit sekali memastikan eksplorasi bukan komponen yang terlalu berat dalam game! Tujuan utama dungeon adalah memberi pilihan yang lebih menarik tentang apa yang bisa kamu lakukan di sela-sela pertarungan. Jadi, kamu akan merasa sedang menjelajahi dunia tempat banyak hal tak terduga bisa terjadi, bukan sekadar utak-atik menu."
Begitu tim berhasil mematangkan konsep blobber yang mereka inginkan, mereka langsung tancap gas menggelontorkan berbagai ide baru agar ritme permainan Vampire Survivors yang supercepat bisa tetap menyenangkan, meski format game berubah menjadi taktis. Kamu masih bisa menemukan item seperti King Bible dan Garlic yang maha dahsyat, tetapi kini kamu harus mempertimbangkan penempatan posisi dan penyusunan dek. Karena begitu musuh bergerak satu petak maju ke arahmu, mereka bisa saja menyerangmu. Efek seperti knockback atau serangan yang menarget banyak musuh sekaligus bisa dengan mudah membalikkan keadaan jika kamu menggunakannya dengan tepat.
Selain itu, jumlah mana yang kamu punya juga berpengaruh pada aksi. Makin banyak mana, makin terbatas gerakmu. Ini jadi mekanik trade-off yang sangat krusial. Kamu bisa menggunakan mana untuk memberi bonus kepada dirimu—contohnya, menggunakan kartu Spinach akan memberimu damage 10 persen lebih banyak. Ini pilihan yang harus kamu ambil di setiap giliranmu tiba. Dan jujur saja, kedua opsi sama-sama menggiurkan—bonus ini bisa di-stack. Tetapi di sisi lain, kamu juga akan menghabiskan mana yang sebenarnya bisa dialokasikan untuk kartu shield, heal, atau kartu yang benar-benar menimbulkan damage ke lawan.
Tetapi, ada elemen familiar dari Vampire Survivors yang tetap mengasyikkan seperti biasanya. Aksi membuka peti masih sekonyol biasanya, dengan cahaya menyembur dan lagu bergaya disko yang mengiringi momen itu. Momen-momen seperti inilah yang makin menegaskan keunikan Survivors . Dan, menarik juga untuk mengulik apa saja yang dipertahankan developer di spin-off.

Jangan ragu, rasakan langsung sensasinya
"Aku ingin terus menghadirkan prinsip inti, ide inti dari Vampire Survivors, ke genre lain," ujar Galante pada GameSpot. "Awalnya, Vampire Survivors itu hanya iseng." Untuk senang-senang saja. Dan bagiku, Vampire Survivors bisa seperti sekarang itu karena game ini mudah dimainkan, menyenangkan, dan tidak membuat frustrasi. Dan aku ingin semua itu ada di game ini."
Galante menghayati prinsip ini. Saat game dimulai, kamu langsung dihadapkan pada pertarungan. Tidak ada tutorial, tidak ada panduan. Tapi tenang saja. Ini game yang mudah dipahami, yang awalnya hanya memintamu menjelajah dan bermain kartu. Tentu saja ada tantangan, terutama saat kamu bisa mengakses wilayah dengan musuh yang lebih tangguh. Tapi, ada sensasi ala arcade yang sangat kental saat memainkan Vampire Crawlers. Ini akan membuatmu langsung ketagihan sejak awal. Semua hambatan yang tidak perlu sudah dihilangkan—kamu bahkan akan sering tidak mengetahui tahu sisa HP musuh—jadi yang tersisa hanya sedikit mekanik inti tapi berbobot, yang membuat game ini mudah sekali untuk langsung dimainkan.
Aspek visual dan desain suara juga menghadirkan pengalaman yang unik. Di Vampire Survivors, tindakan seperti naik level dan urutan buka peti yang disebutkan sebelumnya benar-benar menjadi momen pemicu dopamin yang membuat ketagihan. Elemen itu tetap dipertahankan di Crawlers, di mana aksi-aksi simpel ini terasa seperti perayaan atas usahamu—lengkap dengan warna-warna cerah dan animasi berkilau bak permata yang menghujani layar.
Bahkan tindakan yang lebih baru, seperti mengambil dan memainkan kartu, memberikan umpan balik yang mengasyikkan. Kartu dapat digunakan dengan cepat, yang membuatnya lebih menarik. Makin percaya diri dengan dek saat ini, makin cepat kamu bisa melewati pertempuran. Ini yang akan mengurungkan niatmu untuk berhenti bermain saat sedang beruntung. Kamu bahkan akan rela mulai dari awal saat gagal.
Kita bisa lihat jelas pengaruh luar biasa Vampire Survivors pada banyak banyak game roguelite populer favorit selama beberapa tahun terakhir ini. Sulit rasanya melihat game seperti Balatro dan Ball x Pit—dengan elemen berkilau serta mekanik pemicu dopamin yang mirip game kasino nyata—tanpa teringat hebohnya urutan saat sedang membuka chest di Vampire Survivors. Mekanisme simpel yang didesain dengan baik dapat ditingkatkan dengan memanjakan indra, hal yang akan disuguhkan setiap saat di Vampire Crawlers.

Membuka lahan baru
Seperti roguelite keren lainnya, Vampire Crawlers dengan cepat menjadi permainan angka. Melihat angka-angka naik, seperti kata orang, tidak pernah membosankan. Aspek menyusun dek disempurnakan untuk meningkatkan pengalaman bermain, dengan beragam karakter yang memiliki kemampuan pasif, bonus, dan dek awal mereka sendiri agar permainan tetap bervariasi.
Dengan naik level, pemain bisa memilih dari beberapa kartu, yang nanti ditambahkan ke dek. Tetapi, ada juga beberapa mekanisme, seperti opsi untuk mendapatkan evolusi seperti Vampire Survivors dengan menggabungkan kartu-kartu berbeda atau menambahkan kemampuan pasif pada kartu itu, yang makin memperkaya aspek penyesuaian. Selain itu, ada kota yang berfungsi sebagai hub, dengan fasilitas tempat kamu bisa menghabiskan emas hasil jerih payahmu untuk upgrade permanen, karakter baru, dan banyak lagi.
Lumayan mengejutkan, karena Vampire Crawlers punya mekanik yang melimpah, tetapi anehnya ini tidak merepotkan sama sekali. Saat mengobrol dengan Xbox Wire, Galante mengatakan bahwa tujuannya adalah mengambil genre yang sudah ada—bahkan yang cukup populer—dan berupaya menghilangkan semua aspek yang menurutnya membuat frustrasi.
"Aku sangat suka game kartu, terutama deckbuilder, jadi aku akhirnya menggunakan perspektif yang beda total saat menggarap game ini," ujarnya pada Xbox Wire. "Aku mencoba mengambil semua yang aku suka dari game deck builder yang pernah aku mainkan, hanya berfokus pada aspek-aspek itu, lalu membuang semua aspek yang kuanggap menyebalkan. Dari situlah muncul ide untuk bisa bermain secepat mungkin: begitu aku mahir bermain game kartu, aku biasanya tidak suka harus menunggu animasi selesai atau jeda buatan untuk bisa memainkan seluruh kartu aku punya dan menyelesaikan giliranku."
Vampire Crawlers, yang diluncurkan pada 21 April, berhasil memikat satu juta pengguna dalam minggu pertamanya, menurut Poncle. Terlepas dari angka-angka itu, makin dimainkan, game ini makin terlihat menarik. Banyak game deckbuilder dan roguelite, tetapi hanya ada satu Vampire Survivors. Dengan memaksimalkan keunikan dan potensi dari universe yang sudah ada, plus cara cerdas untuk menghilangkan bagian yang menyebalkan tanpa mengurangi tingkat kerumitannya, game spin-off ini memang punya jati diri dan dieksekusi dengan begitu apik. Ketika ciri khas ini dipadukan dengan presentasi yang sama memukaunya, tidak perlu bersusah payah mencari formula baru.
Vampire Crawlers: The Turbo Wildcard from Vampire Survivors tersedia di Epic Games Store.