Berita

Alex Skidmore dari The Chinese Room dan Jason Carl dari White Wolf membahas Vampire: The Masquerade – Bloodlines 2.

T
Thomas Wilde
13 Okt 2025

Saat rilis 21 Oktober nanti, Vampire: The Masquerade – Bloodlines 2 akan membawa para pemain kembali ke dunia yang pertama kali dijelajahi lebih dari 20 tahun lalu melalui Bloodlines asli, sebuah game klasik kultus yang legendaris.

Banyak yang sudah terjadi dalam alur fiksi dan sejarah dunia nyata World of Darkness selama puluhan tahun.

Vampire: The Masquerade - Bloodlines orisinal kemudian menjadi salah satu puncak dari seri tersebut sekaligus penutup paling dikenal dalam sejarahnya. Namun, hanya beberapa bulan sebelum dirilis di komputer pada 2004, semesta fiksi dari permainan peran meja berakhir sementara, lalu terpecah menjadi dua versi yang berbeda. TTRPG bisa bertahan saat itu, terus meraih sukses, dengan edisi kelima terbaru yang dirilis pada tahun 2021.

Meski demikian, game komputer ini harus menunggu dua dekade, dan protagonis barunya yang berusia 100 tahun, untuk membawa para pemain kembali ke The Masquerade.

World of Darkness bermula pada tahun 1991 dengan penerbitan edisi pertama Vampire: The Masquerade, yang digambarkan sebagai game meja bertema “horor personal.” Game ini adalah adalah salah satu yang pertama di mana pemain bisa berperan sebagai monster, sebuah tren yang kemudian turut membentuk identitas budaya pop pada era 90an.

Id Clickable BANNER BRANDED 1920x250 LOC
Dalam kisah World of Darkness, para monster telah tinggal bersama manusia sejak awal sejarah tertulis, dalam berbagai tingkat kerahasiaan. Banyak vampir memercayai mitos penciptaan yang menelusuri asal-usul mereka hingga kepada Caine dari Alkitab, pembunuh pertama dalam sejarah manusia. Tiap peradaban besar manusia telah disusupi oleh Kindred di semua kalangan, mulai dari era modern ketika mereka diam-diam mengendalikan masyarakat dari bayang-bayang, hingga periode seperti Zaman Kegelapan ketika para pemimpin vampir secara terbuka memerintah seluruh wilayah feodal.

Sejak awal, metrik acuan World of Darkness adalah dunianya mirip Bumi modern, tetapi monster bersembunyi di setiap sudut bayangan dan memengaruhi jalannya kehidupan manusia. Beberapa kreator orisinal sering menyebutnya dunia “Gothic-Punk”, planet yang sudah dikenal semua orang, tetapi semua institusinya sangat korup, semua gedung pencakar langit dihiasi gargoyle, semua terasa tercemar, dan hujan seolah tak pernah berhenti. Dalam World of Darkness, tiap kota adalah versi Detroit yang ditampilkan dalam The Crow. Latar belakang ini sempurna untuk kisah pembunuhan, kekuasaan, kenajisan, dan keserakahan yang selalu menyertai keberadaan para vampir modern.

Paradox Interactive telah mengantongi hak atas World of Darkness dan Vampire: The Masquerade sejak 2015. Selain menghidupkan kembali permainan peran meja dengan buku edisi kelima (disingkat V5) pada tahun 2018, perusahaan ini juga mulai melisensikan IP World of Darkness ke berbagai studio, menghadirkan lebih banyak kisah unik yang berlatar di dalam semestanya. Ini mencakup game Vampire seperti Swansong 2022 dan Reckoning of New York 2024, serta adaptasi Werewolf: The Apocalypse 2022 Heart of the Forest.
4 BloodBoil

Sekarang, Paradox mengambil langkah paling ambisius yaitu bekerja sama dengan studio Inggris, The Chinese Room. Vampire: The Masquerade – Bloodlines 2 adalah sekuel 2004 klasik unik yang paling dinantikan dari Bloodlines.

Menjelang beberapa minggu hingga game ini akhirnya dirilis, kami berbincang dengan Alex Skidmore, studio design director di The Chinese Room, dan Jason Carl, brand marketing manager di White Wolf, yang baru saja diluncurkan kembali awal tahun ini. Carl juga terkenal di kalangan komunitas World of Darkness sebagai pendongeng untuk serial permainan langsung Vampire “L.A. By Night,” “New York By Night”, dan “Seattle By Night.”

Berlatar 20 tahun setelah Bloodlines pertama, kamu memainkan Bloodlines 2 sebagai Phyre, atau Nomad, tetua vampir yang telah tertidur selama 100 tahun. Entah apa alasannya, karaktermu koma selama satu abad, dan hal ini lumrah bagi vampir.
10 PhyreMax

“Kami serahkan masalah [tidur panjang Phyre] kepada pemain untuk dipikirkan alasannya,” ucap Skidmore. “Apakah dia melakukannya untuk melindungi diri? Apakah dia dipaksa? Adalah beberapa pembahasan soal ini.”

Kamu bisa menyesuaikan baju, gender, klan, dan penampilan Phyre, tetapi masalahnya, kamu terbangun di negara yang belum pernah kamu tinggali dan kota yang tidak dikenali.

Untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, Phyre menyadari dirinya berada di Seattle modern saat badai salju yang terjadi sekali dalam satu abad melanda, 6.000 mil jauhnya dari tempat asalnya dulu. Lebih parahnya, ada tanda aneh di tanganmu yang mencegahmu menggunakan kekuatan penuh.

Meskipun dengan batasan buatan itu, kamu tetaplah sosok kuat di Seattle modern, karena tetua vampir lebih jarang ditemui dibandingkan masa lalu. Beberapa tahun terakhir ini, banyak Kindred yang lebih kuat merasa terdorong untuk melakukan perjalanan ke Timur Tengah karena fenomena yang disebut Beckoning. Dengan demikian, ada kekosongan kekuasaan yang jelas di wilayah mereka sebelumnya.
2 UndergroundStealth

Akibatnya, Bloodlines 2 bukanlah proses berjuang dari nol menjadi anti-hero. Kekuatanmu mungkin belum pulih sepenuhnya, tetapi Phyre adalah tetua yang sudah matang dan percaya diri. Pertanyaannya bukan lagi apakah kamu bisa bertahan dan berkembang di lingkungan ini, melainkan bagaimana lingkungan tersebut akan menyesuaikan diri dengan kehadiranmu.

Itu memunculkan pertanyaan langsung: bagaimana Phyre bisa tetap berada di Seattle? Sebagai vampir berusia sekitar 400 tahun (menurut Skidmore, Phyre pernah menyebut dirinya lebih tua dari Amerika Serikat), seharusnya ia sudah terpengaruh oleh Beckoning, yang berarti langkah pertamanya setelah terbangun mestinya adalah memesan penerbangan ke Dubai. Menurut Carl, persoalannya tidak sesederhana itu.

“Hal ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.” ucap Carl. “Banyak tetua yang mengalami Beckoning, tetapi tidak semua. Kami banyak menyertakannya di tambahan V5, khususnya untuk salah satu yang terbaru, Gehenna War. Beberapa tetua berbohong soal Beckoning dan menggunakannya sebagai alasan untuk menghilangkan jejak, menciptakan identitas baru, atau melakukan kejahatan yang ingin mereka sembunyikan di balik dalih konflik ini. Beckoning sangatlah menguntungkan bagi mereka.”

“Hal itu tidak sepenuhnya universal,” lanjut Carl, “dan belum jelas pemicu [Beckoning] dan asal muasalnya. Sejauh yang kami ketahui, beberapa tetua terbebas dari fenomena ini selamanya, dan beberapa langsung merasakannya … apa pun alasannya, Phyre tidak mengalaminya.”

1 PhyreTalking
Phyre mungkin pernah menyesalinya, saat Seattle modern sedang diserang. Pada musim dingin 2024, terjadi perang tiga kubu di dunia bawah tanah supernatural Seattle, antara vampir elit yang berkuasa, para anarkis yang ingin menggulingkan mereka, dan tim penyerang pemerintah yang bertujuan membasmi semua vampir yang bisa mereka temukan.

Seattle telah dikendalikan oleh Camarilla, organisasi rahasia vampir yang dianggap paling beradab—sejak kota itu berdiri lebih dari seratus tahun lalu. Meskipun edisi awal Vampire menggambarkan negara bagian Washington sebagai salah satu negara bagian AS yang dikendalikan oleh Anarch Movement, kelompok vampir yang secara sadar menolak struktur dan aturan Camarilla. Seattle di Bloodlines 2 menjadi benteng bagi Camarilla selama lebih dari 1 abad.

Seattle [Bloodlines 2] sepenuhnya berada di bawah kendali Lou Graham,” ucap Skidmore, “yang merupakan tokoh sejarah nyata.”

LouDalam dunia nyata, Lou Graham adalah seorang germo terkenal di Seattle pada akhir 1800-an, yang mengelola rumah bordil di kawasan yang kini dikenal sebagai Pioneer Square. Di Bloodlines 2, dia bukan sekadar anggota kelas atas vampir elit Seattle, tetapi juga mantan pemimpin Kindred di kota itu dan juga anggota klan Ventrue. Kamu akan menghabiskan cukup banyak waktu berinteraksi dengannya.

“Dia juga muncul di tur Seattle Underground yang bisa kamu lihat di kota,” ucap Skidmore. “Selain itu, dia akan mengatakan kepadamu di game bahwa dia muncul di [versi] tur dalam game juga.”

Legenda tentang Lou Graham di awal sejarah Seattle menyebutkan bahwa ada banyak perjanjian yang dilakukan di “rumah hiburannya” daripada di Balai Kota. Pengaruh semacam itu berlanjut hingga Bloodlines 2, di mana Lou berperan sebagai kekuatan di balik takhta dalam dunia bawah tanah Kindred di Seattle.

Kindred biasanya memerintah Bloodlines 2 melalui suap dan manipulasi, tetapi alat perlindungan utama mereka adalah perjanjian berusia ratusan tahun bernama Masquerade. Berdasarkan Masquerade, tiap vampir dipaksa mempertaruhkan nyawa untuk turut serta dalam konspirasi yang bertujuan membuat manusia biasa tetap tidak mengetahui keberadaan para vampir.

“Kami sejak awal suka ide awal bahwa Lou hampir mirip seperti bos mafia di Seattle,” ujar Skidmore. “Dia mengendalikan kepolisian. Mereka semua adalah bagian jaringan informannya dan membantu menegakkan [Masquerade]. Jadi, polisi akan mengawasi [Kindred] dari kamera keamanan dan membantu mereka menemukan pelanggaran Masquerade.”
Dd18 Wtd CafeWorld of Darkness telah memasuki abad ke-21, akan tetapi sangat sulit menjaga rahasia tentang keberadaan vampir di era ponsel pintar. Cukup sulit juga dilakukan di kota seperti Seattle, yang terpecah antara yang lama dan yang baru—baik di dalam dunia World of Darkness maupun di dunia nyata.

Akhirnya, pemain ceroboh mungkin lebih kesulitan mematuhi Masquerade dibandingkan di Bloodlines pertama. Jika Phyre gegabah menggunakan kemampuan supernaturalnya di tempat umum, bisa saja tiba saatnya ketika Camarilla terpaksa memusnahkannya.

“Ada bilah meter yang terisi saat kamu melanggar Masquerade,” ucap Skidmore. “Ini bukan sistem pelanggaran satu, dua, lalu tiga yang terpisah. Bilah meter ini yang terisi, dan terisi dengan cepat, meskipun hanya satu orang. Jika orang melihatmu memanjat dinding, mereka pasti akan memostingnya di media sosial.”

“Kami perkirakan kemungkinan Masquerade akan lebih ketat di Bloodlines 2 daripada di Bloodlines, secara mekanis, karena dunia sudah berkembang sejauh ini,” lanjut Skidmore. “Jadi, yah, kamu harus lebih hati-hati. Itulah sebabnya hampir setiap aksi memiliki versi manusianya—seperti berlari atau melompat—dan versi vampirnya. Saat menghadirkan semua itu, kami memberikan peringatan bahwa tindakan tersebut bisa melanggar Masquerade.”

Baker 1 Menjelang tahun 2024, keberadaan Kindred masih belum diketahui umum, tetapi pemerintah manusia telah menyadari keberadaan mereka dan mengambil langkah serius untuk melenyapkan mereka. Beberapa kota besar, seperti London dan Paris, telah disapu bersih dari Kindred oleh operasi baru ini, yang oleh para vampir dijuluki “Second Inquisition”.

“Kisah lain yang menjadi referensi kami, dan yang juga berdampak pada Seattle, adalah tambahan Fall of London,” ucap Skidmore. “Biasanya, semua vampir di London dilenyapkan karena penggunaan ponsel mereka dan para pemburu bisa aktivitas itu dan menemukan mereka.”

Pusat kekuasaan Kindred di Seattle, “Elysium,” berada di Weaver Tower, yang kini menerapkan kebijakan tanpa toleransi untuk semua alat elektronik. Semua vampir Camarilla tidak satu pun diizinkan membawa ponsel atau alat komunikasi modern saat berada di Elysium.

Skidmore mengatakan, “Dari sudut pandang Camarilla, ini adalah hukum mutlak di Seattle—dan bahkan para Anarch pun mendukungnya—bahwa kamu tidak boleh menggunakan ponsel maupun internet. Kamu tidak boleh memakai apa pun yang bisa dimanfaatkan para pemburu untuk melacakmu.”

IAO Lineup 1 Di Seattle, para pemburu biasanya berasal dari Information and Awareness Office (IAO), tim rahasia pemerintah yang menyelidiki setiap kasus pembunuhan atau hilangnya orang secara mencurigakan di kota. Pasukan mereka dipersenjatai teknologi anti vampir khusus seperti tongkat termal, anak panah meledak, dan granat fosfor.

Game Vampire lain terbaru seperti Swansong mengajakmu masuk ke dalam konflik dengan pemburu vampir modern, tetapi lebih condong ke aspek religius, karena banyak pemburu berafiliasi langsung dengan Gereja Katolik. IAO di Bloodlines 2 murni dirancang sebagai kekuatan militer dan lebih berbahaya bagi Phyre daripada antagonis manusia lain.

Selain itu, Camarilla di Seattle tengah terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan Anarch Movement. Akibat dampak politik dari kebangkitan Second Inquisition, Camarilla secara resmi berperang dengan Anarch.
Anarch Lineup 1 Meskipun Seattle masih dalam kendali ketat Camarilla, kota ini tampaknya masih dipenuhi ras darah campuran Kindred, yang darahnya sangat lemah hingga hampir tidak bisa dianggap vampir, berkat kebijakan ramah dari pemimpin Seattle, JJ Campbell.

“Hal ini menyebabkan konflik dan tekanan di kota, khususnya karena Anarch memanfaatkan [para ras darah campuran] demi keuntungan mereka,” ucap Skidmore. “Saat kami mulai memainkan game-nya, ketegangannya sudah mencapai titik puncak. Anarch dan Camarilla … perdamaian rapuh yang mereka pertahankan selama beberapa dekade, kini berubah, dan pemain dapat menjadi pihak yang mendorongnya ke arah tertentu.”

Kamu bebas memutuskan ke mana arah konflik itu akan berujung. Kamu bisa memainkan Phyre sebagai pengikut setia Camarilla yang bekerja mengamankan kota demi keselamatan sektenya, simpatisan Anarch yang ingin segera mengusir pemimpin Seattle dari jendela gedung tinggi pada siang hari, atau tetua penuh intrik yang sangat berambisi membangun kekuasaan pribadi.

B2 Abilities BBKamu bisa memilih salah satu dari enam klan untuk Phyre, yang secara umum memengaruhi keahlian supernaturalnya. Contohnya, pemain yang ingin mendobrak pintu dan menebas kepala bisa menggunakan Brujah, sedangkan pemain yang gemar menyusup bisa menjadikan Phyre sebagai anggota Banu Haqim, klan assassin terkenal.

Menurut pengumuman terkini, Bloodlines 2 dirilis dengan dua pilihan klan awal untuk Phyre: Toreador atau Lasombra. Pilihan ini memungkinkanmu memainkan game yang berfokus pada menjalin interaksi sosial atau menaklukkan musuh dengan sihir bayangan.

Memainkan Phyre sebagai Lasombra mungkin merupakan opsi terbaik jika kamu ingin merasakan gegar budaya sepenuhnya. Hingga baru-baru ini, klan Lasombra dikenal sebagai pemimpin Sabbat, sekte yang secara langsung menentang Camarilla. (Kalau Camarilla seperti The Vampire Diaries, maka Sabbat lebih mirip Near Dark karya Kathryn Bigelow.) Namun dalam edisi V5, sebagian besar faksi Lasombra membelot dan bergabung dengan Camarilla.

“Setiap kali kami membuat perubahan latar yang mungkin belum dikenal oleh sebagian pemain, kami berusaha memastikan ada penjelasan dalam lore yang terkait atau setidaknya memberikan petunjuk tentang apa yang telah terjadi,” ujar Carl.

Skidmore menambahkan, “Karakter kamu, kalau kamu ingat, telah tidur panjang selama seratus tahun.” “Kondisi ini berubah selama tidur panjangnya, jadi hal itu memang disinggung dalam permainan jika kamu memilih untuk bermain sebagai Lasombra. Petunjuk itu muncul dalam dialog dan momen-momen lain dalam game — detail kecil yang cukup keren.”

B2 ENV SeekShelter 1Selain Phyre, kamu juga memainkan Bloodlines 2 sebagai Fabien, detektif Malkavian yang baru saja meninggal dan sejak saat itu menjadi suara dalam kepala Phyre. Pada bagian cerita yang berlangsung di malam hari, Fabien berperan sebagai “pusat kontrol misi” bagi Phyre, membantunya menjelaskan detail penting tentang dunia modern. Kamu bisa mengabaikan, menyetujui, atau berdebat dengannya sesuka hati.

“Tiap pagi saat Phyre akan beristirahat, kita akan memainkan Fabien dan melihat kilas balik utama peristiwa yang menuntun ke situasi saat ini,” ucap Skidmore. “Hal itu memberikan sudut pandang lain dari Seattle, karena kita tidak hanya menengok kembali ke masa yang tidak terlalu lama, sebelum Fabien berakhir, tetapi juga 100 tahun yang lalu. Jadi, kami menceritakan kisah tentang Seattle dan politiknya selama lebih dari seratus tahun melalui sudut pandang ekstra dari Fabien.”

“Itulah hal yang bisa kamu lakukan dengan vampir,” lanjut Skidmore. “Kamu tahu, mereka berumur panjang. Jadi 100 tahun lalu pun, kamu masih bisa melihat karakter yang sama yang ditemui Phyre di masa kini. Cukup keren, sih.”

5 Tangkapan Layar Dalam Game yang Menampilkan Phyre Dan Fabian Sedang Membahas Legenda Nomad Fabien, vampir muda kelas pekerja yang bertugas sebagai penegak hukum Kindred di Seattle, menghadirkan pengalaman yang sangat berbeda dari Phyre— seseorang yang berada di ujung lain dari spektrum kekuasaan vampir.

Dia juga seorang Malkavian yang memiliki beragam kemampuan unik yang bergantung pada caramu memainkan Phyre. Sebagai Fabien, kamu ditempatkan di Seattle Police Department untuk menutupi pelanggaran Masquerade.

Secara efektif, dia menggunakan kekuatannya untuk mengelabui orang di sekitarnya agar berpikir bahwa dia adalah seorang detektif yang seharusnya ada di sana,” ujar Skidmore, “meskipun pada akhirnya, pasti ada seseorang yang menyadari bahwa Fabien telah berada di sana selama 100 tahun. Namun, kapan pun mereka melakukannya, Fabien akan menggunakan Dementation atau Dominate untuk mengatasinya.”

Namun pada akhirnya (atau tepatnya, di penghujung malam), Bloodlines 2 bercerita tentang Phyre dan caramu mengembangkan kisahnya. Seattle memang menjadi latar yang kuat dalam cerita Bloodlines 2, tetapi Phyre selalu menjadi pusat segalanya.

Id Clickable BANNER BRANDED 1920x250 LOC“Kami sedang menceritakan kisah World of Darkness yang sangat spesifik di Seattle,” ucap Skidmore. “Di sanalah fokus kami. Mulai dari keseimbangannya, politiknya. Semua berfokus di Seattle.”

“Kisah ini sangat spesifik,” ujar Carl. “Potongan waktu kisah ini terjadi hanya dalam beberapa malam di kota ini … Seattle mencerminkan konspirasi vampir yang lebih besar antara Camarilla dan Anarch dalam skala kecil, tapi ini adalah kisah Phyre.”

Vampire: The Masquerade – Bloodlines 2 akan dirilis pada 21 Oktober di Epic Games Store.