
League of Legends: Champion terbaik untuk dipelajari oleh pemula di setiap role

League of Legends bisa jadi mengintimidasi untuk dimainkan. Game ini kompleks, dan ada banyak sekali sistem yang harus dipelajari yang bisa jadi menakutkan di permainan-permainan pertamamu.
Selain itu, ada hampir 150 Champion yang bisa dipilih dan dimainkan, yang bisa membuatmu kewalahan saat kamu baru saja mencoba mempelajari game ini. Bahkan setelah kamu mempelajari konsep dasarnya, kamu akan menyadari bahwa lima lane MOBA yang berbeda memiliki cara bermain yang sedikit berbeda di awal game. Champion favoritmu tidak akan cocok untuk semua skenario—kamu harus mencari Champion lain dari sekian banyak opsi yang ada.
Siapa yang harus dipilih? Setiap Champion dirancang berbeda-beda, tetapi artinya ada juga yang ditujukan bagi pemula dan jauh lebih mudah untuk digunakan. Di bawah ini, kami menjelaskan Champion terbaik bagi pemula di setiap role, baik kamu yang baru memainkan League of Legends atau hanya ingin mempelajari lane baru.

Jalur Atas (top lane): Garen, Shen, Nasus
Top lane bagaikan lemparan koin. Lane ini relatif mudah dipelajari karena umumnya kamu akan bekerja keras di lane kamu di paruh awal game. Namun, jika kamu melawan pemain yang sudah nyaman dan terbiasa dengan role dan Champion mereka, kamu akan kesulitan untuk fokus farming. Itu sebabnya Champion yang mudah dimainkan, punya penyetaraan yang bagus, dan menimbulkan damage yang cukup besar adalah yang terbaik untuk dipilih saat kamu masih belajar.
Garen adalah Champion pertama yang masuk ke dalam daftar. Kemampuan Garen sangatlah kuat dan membuatnya relatif aman. Decisive Strike, kemampuan Q Garen (alias skill yang terpicu saat kamu menekan ‘Q’ di keyboard), akan menghilangkan efek apa pun yang memperlambatnya dan meningkatkan kecepatan gerakannya, sehingga dia bisa keluar dari situasi sulit dengan mudah.
Garen juga mempunyai perisai yang bisa digunakan dengan kemampuan Courage (tombol W), dan kemampuan E-nya, Judgment, membuatnya bisa berputar dengan pedangnya dan menimbulkan damage dalam lingkaran di sekelilingnya—yang membuat beberapa pemain menjulukinya “berputar untuk menang”. Mengingat sebagian besar top laner adalah Champion jarak dekat dan harus mendekati lawan untuk menimbulkan damage, hal ini bisa menjadi penangkis.
Terakhir, ultimate Garen, Demacian Justice, adalah eksekusi dahsyat yang menghantam musuh di mana pun mereka berada. Secara keseluruhan, Garen adalah Champion serba bisa yang bisa membantumu mempelajari cara bermain di top lane.
Champion lain bagi pemula adalah Shen. Shen sedikit lebih berfokus untuk melindungi dirinya sendiri (dan rekannya), tetapi dia masih mampu menimbulkan damage yang cukup besar dengan kemampuan Q-nya, Twilight Assault, yang akan menarik kembali pedangnya dan menggunakannya untuk menyerang. Perlengkapan Shen bisa terlihat membingungkan di atas kertas, tetapi tidak sesulit itu saat kamu memainkannya. Dia juga memiliki beberapa jurus pelindung, dengan Spirit's Refuge (W) dan kemampuan pasif Ki Barrier yang mampu menangkis sejumlah serangan yang masuk.
Apakah kamu pemula di top lane tetapi bukan pemula League of Legends? Nasus mungkin lebih cocok untukmu. Dia adalah top laner yang hebat dan relatif mudah digunakan untuk mempelajari lane, tetapi kamu harus lebih memahami game ini terlebih dahulu agar bisa memainkannya dengan mudah.

Jungle: Master Yi, Warwick, Nunu
Ada dua hal yang membuat Champion hebat di Jungle: kemampuan untuk mengalahkan kamp Jungle dengan cepat dan menyelinap ke arah musuh dengan cepat. Master Yi dan Warwick sangat cocok untuk membantu para pemula dalam melakukannya, sekaligus cukup mudah dimainkan.
Master Yi bisa menimbulkan damage yang besar dengan sangat cepat, dan kemampuan ultimate-nya Highlander memberikan kecepatan gerakan dan membuatnya bisa menggempur musuh, terutama jika dikombinasikan dengan kemampuan E dan Q, Wuju Style dan Alpha Strike. Master Yi juga bisa memulihkan health-nya sendiri dan melindungi dirinya sendiri dengan kemampuan W-nya, Meditate, yang cukup membantunya dalam pertarungan tim.
Warwick juga melancarkan damage yang sangat besar sekaligus mampu mencapai target dengan sangat cepat. Kemampuan W Warwick, Blood Hunt, memberinya bonus serangan dan kecepatan gerakan saat musuh memiliki health kurang dari 50%, dan membuat garis di tanah yang mengarah ke Champion musuh, yang berfungsi sebagai pengingat bahwa dia harus membantu di lane lain. Warwick juga mempunyai banyak pemulihan diri berdasarkan damage yang ditimbulkan, jadi dia adalah opsi yang cukup aman bagi pemain yang belum mengetahui apa yang mereka lakukan.
Apakah kamu pemain veteran League of Legends yang akhirnya belajar jungle? Nunu & Willump bisa jadi pilihan yang cocok. Bocah laki-laki dan yetinya ini sangat cepat, dan bisa dengan cepat memasuki lane dan memberikan crowd control (CC) pada musuh. Meskipun demikian, sepasang Champion bisa jadi sulit untuk dimainkan kalau kamu belum menguasai cara kerja League of Legends.

Middle Lane: Annie, Lux, Ahri
Ada dua jenis Champion di middle lane: mage dan assassin. Meskipun terdengar keren dan tidak terlalu sulit untuk dimainkan, assassin tidak cocok bagi pemula karena perlengkapan mereka memiliki banyak hal yang harus dipertimbangkan. Jika kamu baru belajar League of Legends, Champion seperti Annie dan Lux jauh lebih mudah digunakan.
Annie sering disebut sebagai salah satu Champion termudah di League of Legends. Cara bermainnya disiapkan untuk membuatnya bermain dengan cukup aman dan terhindar dari musuh. Kemampuan E-nya adalah Molten Shield yang melindunginya sekaligus menimbulkan damage balik kepada siapa pun yang menyerang saat skill ini aktif, sedangkan kemampuan Disintegrate (Q) dan Incinerate (W) merupakan serangan jarak jauh yang tidak perlu skill tinggi untuk mengenai lawan.
Pasif Pyromania milik Annie juga membuatnya bisa men-stun musuh setiap empat serangan dasar, membuat kemampuannya yang lain tidak mungkin meleset. Siapa yang bisa melupakan Tibbers—kemampuan ultimate Annie memanggil boneka beruang raksasa yang marah dan menyerang musuh di dekatnya. Secara keseluruhan, kemampuan Annie bisa digunakan baik secara ofensif maupun defensif, membuatnya menjadi pilihan yang tepat bagi para pemula.
Lux juga sangat mirip. Dia sering disebut sebagai anak emas League of Legends karena dia selalu kuat dan mendapat banyak dukungan di meta. (League of Legends secara teratur menyempurnakan Champion-nya agar tetap seimbang saat pengembang menambahkan hal baru ke dalam game, dan meta adalah kumpulan Champion yang performanya optimal di patch saat ini.)
Lux hampir selalu masuk dalam meta dan mudah digunakan. Kemampuannya termasuk stun, slow, shield, dan ultimate (Final Spark) yang berbentuk sinar laser raksasa dengan cooldown yang sangat singkat. Sama seperti Annie, kemampuan ini membuat Lux bisa bermain secara ofensif maupun defensif, sehingga pemain bisa berfokus mempelajari lane tanpa diganggu oleh musuh.
Jika kamu sudah terbiasa bermain League of Legends dan cuma ingin mencoba mid lane, Champion seperti Ahri adalah jagoan yang tepat. Dia sangatlah kuat, tetapi kamu harus pandai dalam melancarkan bidikan skill. Dia juga terbantu oleh kemampuannya dalam mengetahui bagaimana dan kapan harus mengeksplorasi peta, skill yang mungkin sudah diketahui oleh pemain dari jungle atau bottom lane (bot).

Bottom Lane: Miss Fortune, Ashe, Caitlyn
Bottom lane di League of Legends bisa jadi sulit untuk dipelajari karena role ini umumnya rentan. Musuh akan selalu mengincarmu, jadi penting untuk belajar memainkan Champion yang bisa menghindari musuh. Miss Fortune dan Ashe adalah contoh yang tepat.
Miss Fortune memiliki kecepatan gerakan yang meningkat saat dia tidak bertarung berkat kemampuan W-nya, Strut. Dia juga bisa memperlambat dan menimbulkan damage pada musuh dalam lingkaran raksasa dengan Make It Rain, kemampuan E-nya. Selain itu, Q (Double Up) dan kemampuan ultimate (Bullet Time) dari Miss Fortune memberikan banyak damage pada banyak musuh sekaligus, membuatnya menjadi pilihan yang solid. Skill maksimal Miss Fortune juga cukup tinggi karena perlengkapannya juga disertai beberapa mekanisme yang lebih rumit guna memaksimalkan damage-nya, jadi dia cocok dijadikan Champion utama.
Begitu pula dengan ultimate Ashe (Enchanted Crystal Arrow) dan kemampuan W (Volley) yang ampuh untuk menghalau musuh yang menyerbu. Kemampuan E-nya, Hawkshot, juga memberi Ashe vision ke segala arah yang dipilihnya, sehingga membantunya (dan Support-nya) untuk mewaspadai kelompok yang masuk dari Jungler musuh. Kemampuan ini juga bisa digunakan untuk menyerang, membuat Ashe cukup menekan jika kamu unggul.
Jika kamu tahu cara memainkan lane lain dan baru mencoba lane bawah, Caitlyn bisa menjadi opsi yang tepat. Dia punya jangkauan serangan terpanjang di League of Legends (dengan pengecualian Tristana level 18), yang membuatnya menjadi pilihan yang sangat aman. Namun, kamu harus terbiasa bermain pada jangkauan maksimal serta menghadapi animasi serangannya yang panjang untuk memanfaatkan kemampuannya.

Support: Nami, Nautilus, Yuumi
Peran Support adalah bekerja sama dengan bottom laner untuk membantu mereka menjadi kuat. Oleh karena itu, dalam memainkan mereka, penting untuk mengubah pola pikir untuk membantu rekan satu tim dibandingkan membantu diri sendiri. Ada beberapa Champion yang menjadikan role ini sangat mudah.
Nami adalah Champion Support yang tepat digunakan sebagai pemula. Dia memiliki cara untuk menyembuhkan rekannya (sekaligus menimbulkan damage pada musuh di dekatnya) dengan kemampuan Ebb and Flow (W) dan dua cara berbeda untuk memberikan CC pada musuh dengan kemampuan Q dan ultimate-nya, Aqua Prison dan Tidal Wave. Dia juga mampu memperkuat serangan rekan setimnya terhadap musuh dengan kemampuan E-nya, Tidecaller's Blessing. Cara bermain Nami juga membuatnya bisa menyesuaikan diri dengan gaya bermain rekan setimnya, baik saat bermain agresif maupun pasif.
Nautilus mirip dengan Nami, tetapi versi yang lebih kukuh. Jika Nami adalah mage yang bisa menyembuhkan untuk membantu melindungi bottom laner-nya, Nautilus bisa maju ke depan dan menerima damage sambil memberikan CC kepada musuh berulang kali. Kemampuan Q-nya, Dredge Line, adalah skill menarik musuh, yang membuat rekan setimnya bermain lebih jauh ke belakang sementara Nautilus lebih dekat dengan musuh. Meskipun Dredge Line adalah skill shot, kemampuan Nautilus lainnya tidaklah sulit untuk digunakan.
Jika kamu bermain bersama pemain yang kamu kenal di bottom lane, Champion seperti Yuumi bisa sangat membantu. Kehebatan Yuumi adalah dia memiliki ADC (Attack Damage Carry) yang tinggi, jadi bergerak tidaklah terlalu penting. Yuumi memiliki skill maksimal yang tinggi sehingga membuatnya menjadi Support yang cukup hebat—tetapi kamu pasti ingin bermain bersama seseorang yang bisa menjelaskan cara menggunakan kemampuanmu dan bagaimana cara kerja lane.
Dengan semua Champion yang tersedia di League of Legends, pasti ada beberapa yang menurutmu lebih mudah daripada yang lain, jadi daftar ini tidaklah mutlak dan komprehensif. Champion ini adalah awal yang baik untuk mempelajari League of Legends (atau mempelajari role baru). Mereka tidak akan memberimu terlalu banyak pertimbangan atau membuatmu bingung, jadi kamu bisa berfokus pada hal-hal mendasar. Jika kamu masih awam dengan game ini, kamu juga harus membaca panduan pemula kami untuk League of Legends.
League of Legends tersedia melalui Epic Games Store.