
Berita
Para kreator Out of Words terus termotivasi oleh tanggapan positif para penggemar
B
Brian Crecente
Videonya dibuka dengan cuplikan close-up para seniman dari WiredFly yang dengan terampil menyentuh dan memoles detail halus dari dua boneka karakter utama game ini, yaitu Karla dan Kurt. Terlihat jari-jari yang dengan lembut menarik kaus kaki di salah satu kaki, sementara sebuah pinset mendorong naik ritsleting kecil pada jaket mungil itu. Sejurus kemudian, muncul sebuah adegan yang menampilkan kedua karakter itu, keduanya tanpa mulut, menatap lurus ke arah kamera.
Adegan tersebut kemudian beralih ke sebuah adegan animasi stop-motion game ini, menampilkan Prince sebagai bintangnya, sebelum berlanjut ke montase permainan.
“Prince, sudah tentu, merupakan bintang utamanya, karena dia yang mengambil inisiatif untuk memberi Kurt dan Karla nama baru,” ujar Jeff Sparks, pemimpin desain game ini, kepada Epic Games Store News. “Kami turut menyelipkan beberapa detail permainan yang menarik sebagai pemanis di penghujung video. Apakah kamu menangkap momen tampilnya karakter Elder Carp kesayangan kami yang berenang masuk ke sorotan kamera? Atau mungkin beberapa makhluk baru favorit saya, yaitu katak senter! Lebih baik waspada! Masih banyak hal lain yang ingin kami tampilkan, tetapi kami berharap para pemain bisa menikmati cuplikan perdana dari semua hal seru yang bakal hadir nanti.”
Game director Johan Oettinger menambahkan bahwa sisi sutradara film dalam dirinya sangat senang bisa menampilkan apa yang tengah dikerjakan timnya.
“Kami bisa sedikit mengungkap berbagai peluang yang sedang kami eksplorasi melalui penggunaan framing dan sudut kamera alternatif di beberapa bagian,” ujarnya.
Game petualangan platform kooperatif ini merupakan hasil kolaborasi antara para seniman animasi stop-motion dari WiredFly dan para pengembang game di Kong Orange, dan diterbitkan oleh Epic Games.
Selama Summer Game Fest, saya berkesempatan berbincang dengan Oettinger mengenai bagaimana seni game yang kuat dan menawan digunakan tidak sekadar untuk mendukung narasi, tetapi juga terhubung secara mendalam dengan mekanik game-nya.
Namun, barulah setelah wawancara di bulan Juni itu, tanggapan positif yang begitu besar mulai dirasakan oleh studio. Sparks mengatakan bahwa tanggapan itu sungguh membuat tim merasa takjub.
“Benar-benar memberikan kesan yang kuat kepada orang-orang yang duduk untuk bermain bersama kami, persis seperti yang kami harapkan,” tukasnya. “Dalam beberapa kasus, pengalaman itu menjadi sesuatu yang sangat emosional bagi mereka, dan menguatkan keyakinan kami bahwa kami memang tengah mengerjakan sesuatu yang benar-benar istimewa.
Bisa bermain bareng Hideo Kojima dan mendapat apresiasi setinggi itu darinya rasanya seperti mimpi!”
Setelah Kojima menjajal game-nya, dia menyampaikan melalui media sosial bahwa Out of Words itu “sederhana, lembut, dan indah.”
“Ini adalah jenis game yang kita butuhkan di era ketika kita telah kehilangan makna sesungguhnya dari ‘kata-kata’ di media sosial,” tambahnya.
Oettinger mengungkapkan bahwa semua orang di tim merasa “sangat bersyukur karena tanggapannya begitu luar biasa.”
“Kami tengah mengerjakan sesuatu yang kami yakini dan kami anggap menakjubkan, dan hanya dengan keyakinan itulah proyek ini bisa terwujud,” ujarnya. “Dan kami harus membuat keputusan serta menciptakan sesuatu berdasarkan hal tersebut setiap harinya. Dan dari proses itulah game ini akhirnya lahir.
Kami tidak punya pilihan lain jika ingin bertahan dan berhasil di sini, jadi mengetahui dampaknya di luar sana benar-benar menjadi motivasi besar bagi kami.”
Meskipun game ini sudah dikembangkan selama bertahun-tahun, tanggapan positif tersebut semakin memperkuat proses kreatif yang telah digunakan studio dalam membuat Out of Words, ujar Sparks.
“Ini adalah proyek yang dikerjakan dengan sangat teliti, dan kami mencurahkan begitu banyak cinta serta perhatian ke setiap momennya,” tambahnya. “Dunia yang dibuat secara manual, perpaduan yang sengaja dirancang antara cerita dan mekanik—benar-benar proses panjang, sebuah karya yang lahir dari cinta yang mendalam.”
Hal itu juga makin meyakinkan Oettinger bahwa semua yang dikerjakan tim untuk game ini, baik sisi emosinya, visualnya, desain gamenya, dan narasinya, sedang menyatu menjadi sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar gabungan dari elemen-elemennya.
“Melihat para pemain terbawa suasana dan menikmati semuanya pada saat yang sama terasa sangat memuaskan,” ucapnya.
Out of Words akan dirilis di Epic Games Store pada 2026, dan Sparks ingin para pemain yang menantikan game ini benar-benar tahu bahwa semua orang bekerja sangat keras untuk menjadikan game ini benar-benar istimewa, mulai dari para musisi, para pengembang, hingga seluruh tim di studio.
“Kami sudah tidak sabar menantikan para pemain dan orang-orang tercinta mereka untuk bersama-sama memulai perjalanan ini. Saat Kurt dan Karla bersama-sama menjelajahi dunia Vokabulantis yang aneh, berupaya mendapatkan kembali suara mereka dan memahami hubungan yang terus berubah di antara mereka, kami berharap para pemain dapat merasakan ikatan yang tulus dengan keduanya … serta satu sama lain.”
Johan Oettinger menambahkan bahwa dia memiliki tujuan yang lebih personal untuk game ini.
“Saya selalu berusaha membayangkan apakah Johan kecil yang berusia 12 tahun akan terpukau melihat apa yang sedang kami buat sekarang, sampai melongo saking kagumnya. Dia itu kritikus yang sangat keras, tetapi trailer ini jelas berhasil memenuhi ekspektasinya.”